Berbagai Perusahaan Indonesia Hadapi Lonjakan Biaya 18,9% saat Rantai Pasok Asia Pasifik Beralih Menuju AI dan Prediktabilitas

Avatar photo

- Pewarta

Senin, 8 Juni 2026 - 08:21 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

From Left to Right: Orisi Seruitanoa, Board Director, Fiji post; Zuke Kot, CFO, Post PNG; Gautam Kumar, Co-Founder and COO, FarEye; Dr Vinaya Prakash Singh, Secretary General, APPU; Kushal Nahata, Co-Founder & CEO, FarEye; Suryansh Jalan, Chief Business Officer, FarEye; Sanjay Sharan, Advisor; Apichart Ountaphan, Vice President, Thailand Post; Sandeep, APPU

From Left to Right: Orisi Seruitanoa, Board Director, Fiji post; Zuke Kot, CFO, Post PNG; Gautam Kumar, Co-Founder and COO, FarEye; Dr Vinaya Prakash Singh, Secretary General, APPU; Kushal Nahata, Co-Founder & CEO, FarEye; Suryansh Jalan, Chief Business Officer, FarEye; Sanjay Sharan, Advisor; Apichart Ountaphan, Vice President, Thailand Post; Sandeep, APPU

JAKARTA, Indonesia, 8 Juni 2026 /PRNewswire/ — Sektor ritel dan logistik Indonesia gencar melakukan restrukturisasi rantai pasok setelah sebuah laporan terbaru mengungkap lonjakan biaya pengiriman sebesar 18,9%. Menurut laporan ini, dengan rasio dua berbanding satu, konsumen kini lebih mengutamakan kepastian layanan ketimbang kecepatan. Laporan ini diluncurkan dalam ajang Last Mile Leaders Asia Summit di Bangkok. Laporan FarEye Asia Pasifik pada 2026 menilai Indonesia berperan penting dalam transformasi logistik kawasan, serta menjadi pasar terbesar yang disurvei FarEye, berkontribusi 22% dari total responden survei.

From Left to Right: Orisi Seruitanoa, Board Director, Fiji post; Zuke Kot, CFO, Post PNG; Gautam Kumar, Co-Founder and COO, FarEye; Dr Vinaya Prakash Singh, Secretary General, APPU; Kushal Nahata, Co-Founder & CEO, FarEye; Suryansh Jalan, Chief Business Officer, FarEye; Sanjay Sharan, Advisor; Apichart Ountaphan, Vice President, Thailand Post; Sandeep, APPU
From Left to Right: Orisi Seruitanoa, Board Director, Fiji post; Zuke Kot, CFO, Post PNG; Gautam Kumar, Co-Founder and COO, FarEye; Dr Vinaya Prakash Singh, Secretary General, APPU; Kushal Nahata, Co-Founder & CEO, FarEye; Suryansh Jalan, Chief Business Officer, FarEye; Sanjay Sharan, Advisor; Apichart Ountaphan, Vice President, Thailand Post; Sandeep, APPU

Temuan ini menandai momen penting bagi pelaku usaha yang mengelola jaringan distribusi kompleks di negara kepulauan terbesar di dunia tersebut. Untuk menghadapi tekanan margin keuntungan dan lonjakan biaya transportasi, berbagai perusahaan di Asia Pasifik mulai mengubah strategi operasional secara cepat. Laporan tersebut menunjukkan, 48% perusahaan yang disurvei FarEye berencana menekan biaya dengan meningkatkan penggunaan penyedia jasa pengiriman pihak ketiga. Selain itu, proses logistik konvensional semakin digantikan oleh jaringan yang terotomatisasi. Sebanyak 98,3% responden kini memiliki keyakinan penuh pada metode pengambilan keputusan berbasis AI dalam penentuan rute dan pengelolaan armada logistik.

"Kualitas data merupakan fondasi utama sebelum sebuah perusahaan mengadopsi teknologi AI. Lebih lagi, AI tidak akan memberikan manfaat optimal jika data yang digunakan belum bersih dan tertata dengan baik. Untuk itu, kepatuhan operasional harus menjadi prioritas, sebuah tahapan yang hingga kini masih menjadi fokus bagi banyak perusahaan," ujar Abdul Aziz, General Manager Supply Chain Strategy & Excellence, Matahari (Hypermart), dalam salah satu sesi diskusi panel dalam ajang tersebut.

Sebagai negara dengan jumlah responden terbanyak dalam survei tersebut, sejumlah perusahaan besar di Indonesia turut berpartisipasi, termasuk Matahari (Hypermart), PT Charoen Pokphand Indonesia, dan Enesis, serta turut memimpin diskusi mengenai ketahanan rantai pasok. Dalam kesempatan yang sama, pihak penyelenggara juga menggelar "EDGE Impact Awards" untuk memberikan penghargaan kepada pelaku industri yang berhasil mendorong keunggulan operasional di kawasan. Sejumlah pemenang penghargaan tersebut antara lain FAST Logistics dan Hawk Logistics sebagai "Emerging Disruptor of the Year"; Pos Malaysia dan Universal Robina Corporation sebagai "Logistics Transformation Pioneer"; AC Logistics sebagai "Cost Optimisation Champion"; JB Hi-Fi Group sebagai "AI-Powered Delivery Transformation Leader of the Year"; serta Abenson dan QuadX yang meraih penghargaan "Last Mile Network Excellence".

"Fokus berikutnya bukan lagi kecepatan, melainkan keandalan, kecerdasan, dan kejelasan biaya. Pelaku usaha yang lebih dulu mampu menyatukan ketiga aspek tersebut akan menjadi penentu arah industri," kata Pendiri dan CEO FarEye, Kushal Nahata.

Informasi lebih lanjut mengenai Last Mile Leaders tersedia di (https://lastmileleaders.com/), sedangkan informasi tentang FarEye dapat diakses melalui (https://fareye.com/).

Berita Terkait

Rianlon Ekspansi ke Malaysia, Perkuat Pasar Global
Huawei Paparkan Enam Proyek Percontohan Ketenagalistrikan Global, Bangun Sistem Baru dengan Sinergi AI dan Energi
Reconova Debut di Ajang PTE Asia 2026, Dorong Ekspansi Smart Aviation Berbasis Embodied Intelligence
Hollyland WeConnect 2026 Soroti Hal yang Tak Tergantikan di Era AI
Shanghai Electric Hadirkan Tiga Solusi Transisi Energi di Enlit Asia 2026
Setelah 44 juta penayangan, film musik singkat “IS IT JUST A GAME?” mengungkap petunjuk baru tentang PAPmusic Game, video game yang akan hadir pada tahun 2026.
Gravity Game Unite Sukses Hadirkan Ragnarok Zero: Global di Gaming Istanbul 2026
Xiaodu AI Hotel Perkuat Ekspansi Global lewat Peluncuran X8 Plus, “AI Smart Speaker” Pertama yang Dilengkapi Layar, di Pasar Luar Negeriz
Berita ini 7 kali dibaca
Jasasiaranpers.com dan media online ini mendukung program manajemen reputasi melalui publikasi press release untuk institusi, organisasi dan merek/brand produk. Manajemen reputasi juga penting bagi kalangan birokrat, politisi, pengusaha, selebriti dan tokoh publik.

Berita Terkait

Jumat, 25 September 2026 - 02:32 WIB

Rianlon Ekspansi ke Malaysia, Perkuat Pasar Global

Jumat, 25 September 2026 - 00:20 WIB

Huawei Paparkan Enam Proyek Percontohan Ketenagalistrikan Global, Bangun Sistem Baru dengan Sinergi AI dan Energi

Kamis, 24 September 2026 - 23:27 WIB

Reconova Debut di Ajang PTE Asia 2026, Dorong Ekspansi Smart Aviation Berbasis Embodied Intelligence

Kamis, 24 September 2026 - 14:00 WIB

Hollyland WeConnect 2026 Soroti Hal yang Tak Tergantikan di Era AI

Kamis, 24 September 2026 - 13:48 WIB

Shanghai Electric Hadirkan Tiga Solusi Transisi Energi di Enlit Asia 2026

Kamis, 24 September 2026 - 09:51 WIB

Gravity Game Unite Sukses Hadirkan Ragnarok Zero: Global di Gaming Istanbul 2026

Kamis, 24 September 2026 - 08:25 WIB

Xiaodu AI Hotel Perkuat Ekspansi Global lewat Peluncuran X8 Plus, “AI Smart Speaker” Pertama yang Dilengkapi Layar, di Pasar Luar Negeriz

Kamis, 24 September 2026 - 07:00 WIB

Yeastar Luncurkan NovoOne, Platform Komunikasi “Multi-Tenant” Berbasis AI untuk Penyedia Layanan

Berita Terbaru

From top: A groundbreaking ceremony for the Rianlon Malaysia R&D and Manufacturing Base in January. A rendering of Rianlon's R&D and manufacturing base in Malaysia. PHOTOS PROVIDED TO CHINA DAILY

Pers Rilis

Rianlon Ekspansi ke Malaysia, Perkuat Pasar Global

Jumat, 25 Sep 2026 - 02:32 WIB