We Mean Business Coalition: Survei terbaru menunjukkan dukungan yang sangat besar dari kalangan bisnis global terhadap elektrifikasi ramah lingkungan di tengah fluktuasi harga bahan bakar fosil

Avatar photo

- Pewarta

Senin, 15 Juni 2026 - 05:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

LONDON, 15 Juni 2026 /PRNewswire/ — Sebuah survei global bersejarah yang melibatkan para eksekutif bisnis di 18 negara menunjukkan dukungan yang sangat besar terhadap transisi cepat menuju ekonomi berbasis listrik yang sebagian besar dioperasikan dengan listrik dari sumber energi terbarukan.

Temuan tersebut menunjukkan bahwa ketidakstabilan geopolitik mempercepat pergeseran bisnis yang sudah berlangsung menuju elektrifikasi bersih, namun sistem tenaga listrik, jaringan listrik, dan kerangka kebijakan belum mampu mengikuti perkembangan tersebut.

Di tengah ketegangan geopolitik yang terus berlanjut di Timur Tengah, dan saat para pemimpin G7 berkumpul di Evian di tengah meningkatnya kekhawatiran terkait ketahanan ekonomi dan kerentanan global, 91% pemimpin bisnis menyatakan bahwa elektrifikasi akan meningkatkan keamanan energi, sementara 79% di antaranya mengatakan bahwa ketidakstabilan tersebut telah membuat peralihan bisnis mereka ke elektrifikasi menjadi lebih mendesak.

Data yang dikumpulkan pada akhir April, saat Selat Hormuz masih ditutup, menunjukkan bahwa para eksekutif bisnis di seluruh negara yang disurvei mendukung peralihan cepat dari sistem bahan bakar fosil, dengan 90% di antaranya memperkirakan operasi mereka akan beralih ke tenaga listrik pada tahun 2035.

Jajak pendapat ini dilakukan setelah laporan Badan Energi Internasional (IEA) menemukan bahwa guncangan energi yang berulang-ulang sedang mengubah prioritas investasi pemerintah dan perusahaan, sementara tuan rumah COP31 dari Turki dan Australia serta Badan Energi Terbarukan Internasional (IRENA) telah menyerukan upaya global yang lebih kuat untuk mengoperasikan kendaraan, industri, dan bangunan dengan menggunakan listrik alih-alih bahan bakar fosil.

Data menunjukkan bahwa 90% pemimpin bisnis yang disurvei menyatakan bahwa peralihan ke sistem kelistrikan berbasis energi terbarukan di negara mereka kemungkinan besar akan mendorong pertumbuhan ekonomi, dan 88% di antaranya menyatakan bahwa elektrifikasi operasional mereka akan membuat bisnis mereka lebih kompetitif.

Namun, 72% responden menyatakan bahwa kebijakan pemerintah masih tertinggal.

Mempersiapkan Diri: Pandangan Dunia Usaha tentang Elektrifikasi memperingatkan bahwa negara-negara yang gagal melakukan elektrifikasi berisiko tertinggal oleh negara-negara yang lebih maju dalam hal elektrifikasi, dengan 62% responden menyatakan bahwa mereka akan mempertimbangkan untuk memindahkan operasional mereka jika pemerintah mereka tidak memberikan dukungan yang memadai untuk elektrifikasi.

Survei yang dilakukan di berbagai negara dengan ekonomi utama dan pasar berkembang ini diselenggarakan atas inisiatif E3G, We Mean Business Coalition serta Global Renewables Alliance, dan menunjukkan meningkatnya permintaan dari kalangan bisnis akan elektrifikasi bersih sebagai strategi untuk mewujudkan ketahanan energi, daya saing dan pertumbuhan ekonomi, serta sebagai upaya mengatasi perubahan iklim.

Para pemimpin bisnis dari organisasi menengah dan besar disurvei di Australia, Brasil, Tiongkok, Kolombia, Prancis, Jerman, India, Indonesia, Jepang, Kenya, Nigeria, Filipina, Polandia, Afrika Selatan, Korea Selatan, Turki, Inggris, dan Amerika Serikat.

Baca siaran pers dan laporan lengkap di sini.

Berita Terkait

Rianlon Ekspansi ke Malaysia, Perkuat Pasar Global
Huawei Paparkan Enam Proyek Percontohan Ketenagalistrikan Global, Bangun Sistem Baru dengan Sinergi AI dan Energi
Reconova Debut di Ajang PTE Asia 2026, Dorong Ekspansi Smart Aviation Berbasis Embodied Intelligence
Hollyland WeConnect 2026 Soroti Hal yang Tak Tergantikan di Era AI
Shanghai Electric Hadirkan Tiga Solusi Transisi Energi di Enlit Asia 2026
Setelah 44 juta penayangan, film musik singkat “IS IT JUST A GAME?” mengungkap petunjuk baru tentang PAPmusic Game, video game yang akan hadir pada tahun 2026.
Gravity Game Unite Sukses Hadirkan Ragnarok Zero: Global di Gaming Istanbul 2026
Xiaodu AI Hotel Perkuat Ekspansi Global lewat Peluncuran X8 Plus, “AI Smart Speaker” Pertama yang Dilengkapi Layar, di Pasar Luar Negeriz
Berita ini 3 kali dibaca
Jasasiaranpers.com dan media online ini mendukung program manajemen reputasi melalui publikasi press release untuk institusi, organisasi dan merek/brand produk. Manajemen reputasi juga penting bagi kalangan birokrat, politisi, pengusaha, selebriti dan tokoh publik.

Berita Terkait

Jumat, 25 September 2026 - 02:32 WIB

Rianlon Ekspansi ke Malaysia, Perkuat Pasar Global

Jumat, 25 September 2026 - 00:20 WIB

Huawei Paparkan Enam Proyek Percontohan Ketenagalistrikan Global, Bangun Sistem Baru dengan Sinergi AI dan Energi

Kamis, 24 September 2026 - 23:27 WIB

Reconova Debut di Ajang PTE Asia 2026, Dorong Ekspansi Smart Aviation Berbasis Embodied Intelligence

Kamis, 24 September 2026 - 14:00 WIB

Hollyland WeConnect 2026 Soroti Hal yang Tak Tergantikan di Era AI

Kamis, 24 September 2026 - 13:48 WIB

Shanghai Electric Hadirkan Tiga Solusi Transisi Energi di Enlit Asia 2026

Kamis, 24 September 2026 - 09:51 WIB

Gravity Game Unite Sukses Hadirkan Ragnarok Zero: Global di Gaming Istanbul 2026

Kamis, 24 September 2026 - 08:25 WIB

Xiaodu AI Hotel Perkuat Ekspansi Global lewat Peluncuran X8 Plus, “AI Smart Speaker” Pertama yang Dilengkapi Layar, di Pasar Luar Negeriz

Kamis, 24 September 2026 - 07:00 WIB

Yeastar Luncurkan NovoOne, Platform Komunikasi “Multi-Tenant” Berbasis AI untuk Penyedia Layanan

Berita Terbaru

From top: A groundbreaking ceremony for the Rianlon Malaysia R&D and Manufacturing Base in January. A rendering of Rianlon's R&D and manufacturing base in Malaysia. PHOTOS PROVIDED TO CHINA DAILY

Pers Rilis

Rianlon Ekspansi ke Malaysia, Perkuat Pasar Global

Jumat, 25 Sep 2026 - 02:32 WIB