Mentan Malaysia Minta Bantuan Indonesia, Hanya Mampu Produksi Beras 50% dari Kebutuhan Nasionalnya

- Pewarta

Rabu, 23 April 2025 - 11:05 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Menteri Pertanian (Mentan) Indonesia, Andi Amran Sulaiman (kanan) saat menerima Menteri Pertanian dan Keterjaminan Makanan Malaysia, Datuk Seri Mohammad Bin Sabu di kantor Pusat Kementerian Pertanian. (Dok. Kementan)

Menteri Pertanian (Mentan) Indonesia, Andi Amran Sulaiman (kanan) saat menerima Menteri Pertanian dan Keterjaminan Makanan Malaysia, Datuk Seri Mohammad Bin Sabu di kantor Pusat Kementerian Pertanian. (Dok. Kementan)

JAKARTA – Menteri Pertanian dan Keterjaminan Makanan Malaysia, Datuk Seri Mohammad Bin Sabu melakukan kunjungan resmi ke Indonesia.

Dia mengungkapkan kekaguman mendalam terhadap kemajuan sektor pertanian di Negara Republik Indonesia.

Dalam pertemuan tersebut bersama Menteri Pertanian (Mentan) Republik Indonesia, Andi Amran Sulaiman, kedua pihak membahas berbagai peluang kolaborasi pertanian.

Khususnya permintaan dukungan teknis dan kerja sama konkret dalam upaya peningkatan produksi dan pemenuhan kebutuhan beras di Malaysia.

“Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh, salam sejahtera. Pada pagi ini saya amat berasa bertuah dan berterima kasih karena Pak Menteri Pertanian Republik Indonesia.”

“Sedia menerima kunjungan daripada Menteri Pertanian dan Keterjaminan Makanan Malaysia.”

“Kami telah berbincang perkara-perkara utama, terutama sekali saya mengucap terima kasih dan kekaguman atas perubahan teknologi pertanian di Indonesia ini,” ujar Menteri Pertanian dan Keterjaminan Makanan Malaysia.

Dia mengatakan dalam pernyataan resminya usai pertemuan bilateral dengan Menteri Pertanian Republik Indonesia di kantor Pusat Kementerian Pertanian, Jakarta, Selasa (22/4/2025).

Menteri Pertanian dan Keterjaminan Makanan Malaysia juga menyampaikan bahwa harga beras saat ini di Malaysia cukup tinggi lantaran kurangnya pasokan.

Malaysia saat ini hanya mampu memenuhi sekitar 40%-50% dari kebutuhan nasional dan selebihnya kebutuhan beras di penuhi dari impor.

Untuk itu, Malaysia meminta agar Indonesia mau membantu Malaysia untuk memenuhi dan meningkatkan produksi beras di negara Malaysia

“Kita sangat membutuhkan beras untuk itu kita datang ke Indonesia untuk meminta bantuan dan kita juga ingin belajar dari Indonesia.”

“Bagaimana mereka bisa berjaya dalam memproduksi beras sehingga saat ini beras Indonesia berlimpah,” kata Menteri Pertanian dan Keterjaminan Makanan Malaysia Datuk Seri Mohammad Bin Sabu.

Dalam pertemuan Bilateral Indonesia – Malaysia tersebut, Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman menyampaikan bahwa produksi beras Indonesia saat ini memang meningkat signifikan.

Sesuai Data Kerangka Sampel Area (KSA) Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat bahwa pada April 2025, potensi luas panen nasional mencapai 1.595.583 hektar.”

“Dengan estimasi produksi sebesar 8.631.204 ton gabah kering giling (GKG) atau setara 4,97 juta ton beras.

“Untuk sementara ini kami menjaga stok beras dulu, produksi beras kami amankan untuk kebutuhan nasional.”

“Alhamdulliah padi tahun ini produksinya tertinggi 7 tahun, namun kami tetap hati hati karna masih banyak tantangan seperti climate change juga” kata Amran.

Mentan Amran mengatakan saat ini pemerintah Indonesia melalui Kementerian Pertanian terus melakukan langkah nyata dalam meningkatkan produksi pangan nasional.

Salah satunya melalui program intensifikasi pertanian secara masif di berbagai wilayah strategis.

Program ini bertujuan untuk mengoptimalkan produktivitas lahan, menekan biaya produksi, dan mendorong kesejahteraan petani di tengah tantangan pangan global yang semakin kompleks.

“Saat ini Indonesia mengembangkan intensifikasi pertanian di lebih dari 3 juta hektar lahan yang tersebar di berbagai provinsi.”

“Termasuk wilayah perbatasan dan daerah terpencil seperti Papua, Kalimantan.”

“Kedepan untuk membantu Malaysia kita akan bisa segera kembangkan lahan pertanian di perbatasan Indonesia – Malaysia.”

“Sehingga nanti jika Malaysia butuh beras tinggal impor dari situ jadi biaya pengiriman bisa lebih murah,”kata Mentan Amran.

Mentan Amran juga mengatakan kenaikan produksi pangan saat ini tidak lepas dari kebijakan Presiden RI, Prabowo Subianto yang sangat berpihak pada petani.

Berkat kebijakan tersebut pertanian Indonesia melakukan transformasi pertanian besar-besaran ke pertanian modern.

“Dulu satu kali tanam, sekarang bisa tiga kali dalam setahun. Produktivitas yang sebelumnya hanya 2–3 ton per hektar, kini mampu mencapai 6 hingga 7 ton bahkan lebih.”

“Jadi Teknologi pertanian ini akan kita terapkan dikawasan pertanian di perbatasan Indonesia – Malaysia sehingga kita bisa kerja bareng, petani Malaysia belajar, kita berkolaborasi” ujar Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman dalam pertemuan Bilateral itu.***

Untuk publikasi press release serentak di puluhan media lainnya, klik Persrilis.com atau Jasasiaranpers.com di lebih dari 175an media.

Sedangkan untuk publikasi press release serentak di media mainstream (media arus utama) atau Tier Pertama, silahkan klik Publikasi Media Mainstream.

Sapulangit Media Center (SMC) juga melayani kebutuhan untuk bulk order publications (ribuan link publikasi press release) untuk manajemen reputasi atau kepentingan lainnya.

Untuk informasi, dapat menghubungi WhatsApp Center Pusat Siaran Pers Indonesia (PSPI): 085315557788, 08557777888, 087815557788

Pastikan juga download aplikasi Hallo.id di Playstore (Android) dan Appstore (iphone), untuk mendapatkan aneka artikel yang menarik. Media Hallo.id dapat diakses melalui Google News. Terima kasih.

Sempatkan untuk membaca berbagai berita dan informasi seputar ekonomi dan bisnis lainnya di media Bisnisidn.com dan Koperasipost.com

Simak juga berita dan informasi terkini mengenai politik, hukum, dan nasional melalui media Persda.com dan Jazirahnews.com

Informasi nasional dari pers daerah dapat dimonitor langsumg dari portal berita Heijakarta.com dan Hallopapua.com

Berita Terkait

Kecepatan Tayang Jadi Solusi Distribusi Press Release di Platform Media Sosial, Siarannews.com Gandeng NMN
Demi Jurnalisme yang Berkualitas, Hallo.id Menghadirkan Platform ‘Traktir Kopi’ untuk Apresiasi dari Pembaca
Demi Jurnalisme yang Berkualitas, Hallo.id Menghadirkan Platform ‘Traktir Kopi’ untuk Apresiasi dari Pembaca
Demi Jurnalisme yang Berkualitas, Hallo.id Menghadirkan Platform ‘Traktir Kopi’ untuk Apresiasi dari Pembaca
Demi Jurnalisme yang Berkualitas, Hallo.id Menghadirkan Platform ‘Traktir Kopi’ untuk Apresiasi dari Pembaca
Demi Jurnalisme yang Berkualitas, Hallo.id Menghadirkan Platform ‘Traktir Kopi’ untuk Apresiasi dari Pembaca
SapuLangit Media Center Luncurkan 5 Media Online Baru, Fokus Berita Kesehatan, Pariwisata dan Lingkungan Hidup
Cara Efektif Mengundang Jurnalis Ekonomi Agar Acara Liputan Berhasil
Berita ini 14 kali dibaca
Jasasiaranpers.com dan media online ini mendukung program manajemen reputasi melalui publikasi press release untuk institusi, organisasi dan merek/brand produk. Manajemen reputasi juga penting bagi kalangan birokrat, politisi, pengusaha, selebriti dan tokoh publik.

Berita Terkait

Kamis, 24 September 2026 - 08:25 WIB

Xiaodu AI Hotel Perkuat Ekspansi Global lewat Peluncuran X8 Plus, “AI Smart Speaker” Pertama yang Dilengkapi Layar, di Pasar Luar Negeriz

Kamis, 24 September 2026 - 07:00 WIB

Yeastar Luncurkan NovoOne, Platform Komunikasi “Multi-Tenant” Berbasis AI untuk Penyedia Layanan

Kamis, 24 September 2026 - 06:02 WIB

Fox ESS Perkenalkan Power Beast dalam Peluncuran Produk C&I Perdana

Kamis, 24 September 2026 - 05:50 WIB

FXT Luncurkan FXT AI, Multi-Agent Trading Co-Pilot untuk Analisis Pasar, Risiko, dan Pengembangan Trader

Kamis, 24 September 2026 - 02:00 WIB

Tren Perawatan Personal Care APAC dan Peluang Baru Jadi Sorotan di in-cosmetics Asia 2026

Kamis, 24 September 2026 - 01:20 WIB

Casio Rayakan 30 Tahun MR-G dengan Jam Tangan Edisi Terbatas

Kamis, 24 September 2026 - 01:03 WIB

NCCN Mencontohkan Cara Menyesuaikan Perawatan Kanker untuk Berbagai Wilayah dalam World Cancer Congress 2026

Rabu, 23 September 2026 - 13:18 WIB

DoGo Power Luncurkan Smart Grid-Forming ESS dan Siap Menerima Pesanan Global

Berita Terbaru